Bandar Lampung – Antrean panjang kendaraan niaga, khususnya penguna BBM jenis solar subsidi, tampak mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.351-113 Urip Sumoharjo Way Halim Permai . Kecamatan Way Halim ,bahkan mencapai ratusan meter di beberapa titik SPBU Kepadatan ini memaksa sejumlah armada truk hingga Minibus memarkir kendaraan hingga ke bahu jalan, yang berpotensi memicu kemacetan lalu lintas.
Kondisi ini diduga dipicu oleh maraknya kendaraan pelangsir BBM solar subsidi di SPBU tersebut yang dapat melolos verifikasi Barcode siluman berbeda nopol hingga warna kendaraan .
“Fenomena tersebut kerap terlihat setiap harinya di waktu – waktu tertentu yang di sudah disiasati pada jam – jam pagi hingga jelang sore sejumlah kendaraan masyarakat umum sepi aktifitas .
Dari hasil pengamatan wartawan,modus operandi yang terorganisir yang berlangsung selama ini terindikasi adanya kerja sama antara pihak petugas oprator dengan sejumlah kendaraan Pelangsir dalam jalankan aksinya .
Kendaraan Pelangsir (pengecor ) BBM solar subsidi yang diduga terdapat tengki siluman atau modifikasi untuk menampung BBM lebih banyak telah mengetahui jadwal waktu dibukanya penjualan pengisian BBM jenis solar di SPBU tersebut yang sudah adanya kerjasama antara oknum pelangsir dengan petugas SPBU sehingga dapat lebih awal giliran pengisian sebelum antrian umum mengetahui.
Kendaraan Pelangsir (pengecor ) BBM solar subsidi membeli harga solar subsidi di atas harga het yang ditetapkan pemerintah agar petugas oprator dapat meloloskan vertifikasi Barcode yang telah di sediakan pelaku pelangsir yang di peroleh dari kendaraan lain yang menyerupai jenis kendaraan pelangsir terkadang dalam waktu sehari dapat melakukan pengisian hingga dua sampai tiga kali keluar masuk di SPBU yang sama dalam satu hari .
Adnan warga sekitar ,merasa sangat sulit untuk mendapatkan pembelian BBM jenis solar di SPBU tersebut terkadang mendapatkan antrian panjang meski belum di dibuka penjualan solar subsidi di SPBU tersebut.
Ia merasa adanya kecurigaan antrian panjang di SPBU 24.351-113 Jl.Urip Sumoharjo lebih banyak jumlah nya kendaraan pelangsir BBM subsidi dari pada kendaraan umum .
Pasalnya kendaraan yang kerap terlihat setiap hari nya serupa .
Heran juga kadang saya setiap harinya itu – itu saja kendaraannya tidak ada yg lain yang antri di SPBU tersebut.keluhnya kepada media
Hingga berita in diturunkan belum adanya konfirmasi terkait dugaan tersebut.(Red)
Diteruskan Berita Terkait
Timbulkan Aroma Busuk Diduga adanya operasional yang tidak mematuhi baku mutu atau kekurangan izin lingkungan yang sah dan Tidak Berijin Pabrik Pewa PTPN Natar Kerap Menjadi Sorotan
Mulai Terendus Kebakaran Gudang Diduga Tempat Penimbunan BBM Ilegal Di Srimulyo Negeri Sakti Milik Oknum TNI Inisial HD
Waw !! Diduga Gunakan Sejumlah Barcode Siluman Oknum TNI Bernama Heri Kuras Solar Subsidi Gunakan Dua Kendaraan Modifikasi Di SPBU SPBU 23.353.17 Branti Haduyang